Halo masbro sekalian, jadi tanggal 31 Agustus kemarin saya ada kegiatan workshop bareng lek IwanBanaran dan teman-teman blogger & vlogger peserta dari MFBV yang diadakan di MPM Learning Center Sidoarjo, nah pada kesempatan itu akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk test ride 2 motor keluaran terbarunya Honda , yaitu Honda Genio dan Honda ADV 150. Tapi untuk saat ini saya mau menceritakan apa yang saya rasakan setelah mengendarai Honda Genio, cekidot πŸ˜‰.

1. Desain dan Ergonomi

Secara keseluruhan desain motor ini cukup menarik , dari depan sampai ke belakang mengalir apik untuk ukuran motor kelas entry level walaupun dibeberapa bagian saya merasakan agak kurang sreg, seperti speedometer , sepertinya akan lebih cantik apabila layar digitalnya dibuat bulat seperti bentuk casing speedonya. Kemudian busa jok, apabila sampeyan terbiasa naik Honda vario 125 mungkin akan merasa biasa aja kalo naik di jok Honda Genio, tapi karena saya tiap hari mobilitasnya naik Jupie Z dan XRide 115 begitu naik di Genio yang saya rasakan busa joknya atoss masbroo..

Untuk ergomoninya buat saya yang bertinggi badan 179cm dengan berat 61 kg saya sarankan duduknya agak mundur kebelakang karena jarak dengkul dengan dek depan cukup sempit dan stang rawan mentok ke kaki kalo dibelokkan ke kanan/kiri , begitu juga ruang untuk kaki, dengan ukuran sepatu yang saya pakai adalah 41 saya rasakan ruang untuk menggeser kaki cukup terbatas.

2 . Handling dan Performa Mesin

Dengan mesin Esp 110 cc generasi terbaru yang saya rasakan respon awal ketika gas dipuntir Genio terasa lebih menghentak dibanding scoopy , apalagi ketika gas diurut pelan sambil meliuk-liuk diantara cone yang dijajar rasanya Genio ini enteng dan lincah cocok buat meliuk-liuk ditengah kemacetan kota, tapi ketika gas dibetot abis responnya tidak seasyik mesin Scoopy, kayak ‘flat’ gitu, kurang nendang IMHO. Untuk bagian suspensinya, saya belum tahu gimana rasanya jika dipakai di jalan yang bergelombang / jalan rusak karena ditempat testride aspalnya muluss masbro, tapi kalo dipake meliuk-liuk dikecepatan rendah responnya enak nggak limbung.

Untuk pengereman, rem belakangnya pakem , mungkin karena sudah pakai CBS jadi ketika rem belakang ditekan keras rem depan juga ikut ngerem jadi efeknya terasa lebih pakem, sedangkan rem depan cukup pakem juga kok.

Nahh setelah saya mencoba mengendarai Honda Genio ini kesimpulannya , untuk postur tubuh tinggi diatas 175cm kayak saya, lebih baik sampeyan belinya Vario atau PCX atau ADV150 saja sekalian karena lebih pas dan lebih cocok πŸ˜€ .

Sekian,

Salam,

Kenthoet BoreUp 😎 😎

Email : jonathan.onadio@yahoo.com &

jonadio.kenthoet@gmail.com

Facebook Fanspage : Kenthoet BoreUp Blog

Twitter : @JonathanOnadio

Instagram : yonath_prakoso

Iklan

About Kenthoet Bore Up

pengen jadi bos, doain 😁

Komentar Anda adalah Semangat Saya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s